Sabtu, 05 September 2009

Majalah Lama: "Kartini" Edisi Perdana



Penerbit: Yayasan Pratama Sari. Management: PT Variasi Jaya. Alamat: Jalan Paseban Dalam No. 5, Jakarta Pusat. Pemimpin Umum / Usaha: Drs. Lukman Umar. Wakil Pemimpin Umum / Usaha: Willy Risakota. Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab: Hatawano. Managing Editor: Titie Said Sadikun. Staf Redaksi: Nina Roosdiana; Adriani; Karnel Oemarpurba; Drs. Lukman Umar; Willy Risakota. Pembantu Khusus: Rima Melati; Teddy Resmisari (Kak Teddy); Rae Sita; Dewi Resmani; Dr. Pribadi; Drs. Masdar Hani. Sirkulasi: Drs. Zulmi Bujang. Iklan: Firmansyah Thahir.

Seperti dikatakan pengelolanya, majalah ini ingin ikut mensukseskan Pelita II, di mana peranan kaum wanita tak kalah pentingnya untuk diikutsertakan. Majalah ini ingin berpartisipasi melalui media massa. Melalui majalah ini, katanya, mereka ingin meningkatkan derajat wanita Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, yakni wanita Indonesia yang berkepribadian, berwatak dan berpengetahuan luas. Bertolak dari cita-cita itu pula mereka menamakan majalah ini "Kartini". Seperti kita tahu, Kartini adalah nama salah satu tokoh wanita Indonesia. Isinya, ada mode pakaian, wawancara tokoh, kisah perjuangan, kesehatan, cerita pendek (cerpen), humor, kuliner, dan lain-lain.

Majalah yang tampak di blog adalah Nomor Perdana/Nopember 1974. Harga: Rp. 250,-. Cover Depan: Lily Djunaedhy.

Catatan:

Lukman Umar adalah seorang wartawan yang juga pernah banyak menduduki jabatan pimpinan di berbagai media dan percetakan. Sebut misalnya Pemimpin Umum majalah Varia, Pemimpin Perusahaan/ Umum/ Redaksi majalah Kartini, Pemimpin Redaksi majalah Dialog, Direktur PT Garuda Metropolitan Press, Direktur Keuangan PT Dasar Utama Press, Wakil Pemimpin Umum majalah Sarinah. Sebelum itu, lelaki kelahiran Padang, 27 Desember 1933 ini pernah menjadi agen penjualan majalah. Dari sini, ia mengetahui “resep” apa yang dicari pembaca.

Urusan jual-menjual barang cetakan sudah ia tekuni sejak masih jadi mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ushuludin Jurusan Dakwah. Untuk biaya kuliah, ia memperbanyak diktat, dan menjualnya. Ternyata “bisnis” ini lancer. “Bahkan saya bisa mengirim untuk ibu saya di kampung, “ tuturnya. Lulus kuliah, ia langsung terjun dalam bidang peragenan majalah dan Koran yang dilakukan bahu-membahu dengan kawan-kawannya sekampung.

Bakatnya jualan tidak lepas dari pengalaman masa kecilnya. Anak seorang petani ini sewaktu Sekolah Rakyat (sekarang SD) ikut membantu ibunya yang selain bertani juga membuka kedai makanan. “Sebelum berangkat ke sekolah, saya biasa menjajakan kue keliling kampung, “ tuturnya. Kehidupan masa kecilnya sangat berat. “Bahkan saya pernah berjualan hanya mengenakan selembar karung sebagai penutup badan, “ kenangnya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam kenal,
Ketika saya masih duduk di bangku kuliah, sekitar tahun 1992-1995, tulisan saya pernah dimuat di majalah Kartini - Lembar untuk Remaja, saya lupa namanya (biasanya beberapa halaman di tengah-tengah majalah).

Judul artikel tersebut adalah "Saya Nggak Mau Jadi Anak Pendiam dan Pemalu".

Bagaimana cara mendapatkan kembali Kartini edisi tersebut ? Sedang satu-satunya clue hanyalah range tahun dan judul artikel saya. Apakah Kartini memiliki database/arsip terbitan lama hingga tahun 1992-1995 ?

Saya ingin sekali ikut membeli kembali edisi dimaksud apabila ada, untuk ditunjukkan kepada anak saya sebagai motivasi menulis di majalah, pada saat saya seusia dia saat ini.

Terima kasih, mudah-mudahan bisa membantu saya !


JUDHISTIRA SAVITRI
Perumahan Versailles F5/7
BSD City Sektor 1.6
Tangerang
HP No. 081 357 611972
Email : ajatasatru_72@yahoo.co.id.