Tampilkan postingan dengan label Buku Lama/Langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Lama/Langka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2009

Buku Lama: "Javaanse Volksvertoningen"


Judul: Javaanse Volksvertoningen.
Penulis: Dr. Th. Pigeaud.
Penerbit: Volkslectuur, Batavia.
Tahun: 1938.
Tebal: 545 halaman.

Buku ini semacam ensiklopedi tentang berbagai bentuk pertunjukan/kesenian di Jawa dan Madura. Seperti aneka tari topeng, tari kuda lumping, wayang orang, dan lain-lain. Tentu saja dilengkapi dengan refleksi bagaimana masyarakat Jawa menghubungkan dirinya dengan lingkungan dan kosmos.

Minggu, 07 Desember 2008

Buku Lama: "De Man en De Vrouw I, II, III"



Judul: De Man En De Vrouw.
Penulis: Dr. B.C. Goudsmit en C.P.F. Ter Kuile.
Penerbit: N.V. Gebr. Graauw's, Uitgevers-Maatschappij, Amsterdam - Soerabaia.
Jumlah: 3 (tiga) Buku/Volume.
Tebal: Buku I (702 halaman); Buku II (628 halaman); Buku III (467)

Secara singkat buku ini boleh dikata merupakan buku sejarah kedokteran. Di dalamnya termuat masalah anatomi, seksologi, psikologi dan banyak lagi yang lain. Dilengkapi dengan bermacam-macam ilustrasi gambar/foto yang menarik.

Kamis, 04 Desember 2008

Buku Lama: Undang-undang dan Pertaruran RIS"


Judul: Kitab-kitab Undang-undang dan Peraturan-peraturan serta Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia.
Penyusun: Mr. W.A. Engelbrecht dan Mr. E.M.L. Engerbrecht.
Penerbit: Leiden - A.W. Sijthoff's Uitgeversmij N.V.
Tahun: 1956.
Tebal: 3248 halaman.
Bahasa: Indonesia dan Belanda.

Seperti tercermin dalam judulnya, buku ini berisi aneka undang-undang, peraturan-peraturan dan Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia. Cukup tebal. Sangat menarik dan berguna bagi mereka yang belajar tentang sejarah hukum, khususnya hukum di Indonesia.

Jumat, 07 November 2008

Buku Lama: "Een Zwerftocht Door Japan" Tahun 1925



Judul: Een Zwerftocht Door Japan.
Penulis: Bernhard Kellermann.
Penerbit: EM. Querido, Amsterdam.
Tebal: 286 halaman (hard cover).
Tahun: 1925.

Secara umum buku ini adalah tentang kebudayaan Jepang. Isinya meliputi masalah seni, arsitektur, arkeologi, biologi, botani, dan lain-lain. Dilengkapi tidak kurang dari 41 ilustrasi tempel.

Senin, 29 September 2008

Buku Lama: "Documenta Historica" Tahun 1953


Judul: Documenta Historica.
Sub-Judul: Sedjarah Dokumenter dari Pertumbuhan dan Perdjuangan Negara Republik Indonesia.
Penyusun: Osman Raliby.
Penerbit: Pustaka Bulan Bintang, Djakarta, 1953.
Tebal: 663 halaman.
Bahasa: Indonesia.

Buku ini merupakan catatan peristiwa politik dari hari ke hari (chronologia) sejak 17 Agustus 1945 sampai Desember 1949. Bahan-bahan sejarah itu di antaranya berasal dari berita-berita yang telah disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dan sebagian lainnya berasal dari surat kabar di Jawa dan Sumatera.

Seperti dijanjikan oleh penyusunnya, membaca buku ini dari awal hingga akhir, kita akan dapat merasakan betapa sebenarnya pertumbuan historis dari Republik Indonesia dan dengan demikian kita tidak mudah menjadi mangsa dari suatu usaha penipuan sejarah.

Apa yang sudah dilakukan oleh Osman Raliby ini, meskipun mungkin terdapat kekurangan di sana-sini, sangat patut untuk dihargai.

Minggu, 21 September 2008

Buku Lama: "Indonesia on the March" Tahun 1954


Judul: Indonesia On The March. The Collected Speeches of H.E. Dr. Subandrio.
Tebal: 226 halaman
Penerbit: Information Department of the Indonesian Embassy, London.
Tahun: 1954.
Bahasa: Inggris.

Buku ini adalah kumpulan pidato dan ceramah Dr. Subandrio ketika beliau menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Court of St. James periode 1950 – 1954. Berisi 26 naskah pidato. Di bagian awal, ada foto Dr. Subandrio bersama istri dan seorang anak laki-laki. Juga ada kata pengantar oleh Dr. Subandrio. Semua tulisan di buku ini masih menggunakan mesin ketik.

Dari tema-tema pidato yang ada di buku ini, kelihatan sekali bahwa Dr. Subandrio memiliki perhatian pada banyak hal dan memiliki wawasan yang luas. Beliau berbicara mulai dari masalah sosial, filsafat, hubungan internasional, sampai soal-soal yang terjadi di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Selasa, 09 September 2008

Buku Lama: "Het Gouvernement der Molukken" Tahun 1929


Judul: Het Gouvernemenr der Molukken.
Penulis: A.J. Beversluis & Mr. A.H.C. Gieben.
Penerbit: Landsdrukkerij - 1929 - Veltevreden.
Tebal: 243 halaman.

Buku ini ditebitkan pada zaman Maluku dipimpin oleh Gubernur L.H.W. Van Sandick.

Isinya tentang keadaan dan situasi di Maluku dan Indonesia bagian Timur lainya. Mulai dari suhu udara, flora dan faunanya, serta penduduknya. Seluruhnya dibagi dalam XIII Bab. Dilengkapi dengan berbagai foto dan aneka peta.

Buku ini, menurut saya, setidaknya sebuah "dokumen" yang lumayan berharga tentang Indonesia Bagian Timur.

Kamis, 04 September 2008

Buku Lama: "Gerakan 30 September di Hadapan Mahmillub (Perkara Njono)" Tahun 1966


Judul: Gerakan 30 September di Hadapan Mahmillub (Perkara Njono).
Penerbit: Pusat Pendidikan Kehakiman A.D (AHM - PTHM).

Barangkali tak ada satu pun warga negara Indonesia yang sudah dewasa tak pernah mendengar kata "G30S PKI" atau "Gerakan 30 September". Sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) kita sudah biasa dicekoki dengan kata-kata itu.

Tapi, tetap saja --bagi sebagian dari kita -- peristiwa itu masih "gelap" atau "samar-samar". Karena itu, buku ini cukup membantu untuk memperjelas apa gerangan "Gerakan 30 September" itu. Apalagi, membaca buku ini ibarat menyaksikan "siaran langsung" sidang pengadilan yang menyangkut tokoh yang begitu dikenal luas: Njono.

Secara rinci proses pengadilan Njono di hadapan Mahmillub (Mahkamah Militer Luar Biasa) pada tahun 1966 itu ada di buku ini. Transkrip sidang demi sidang dimuat, baik sidang Njono sendiri maupun sidang yang menghadirkan saksi-saksi. Ada pula lembar pembelaan Njono yang dalam hal ini diwakili oleh Ny. Tress Sunito SH. Plus foto-foto, baik foto Njono maupun foto-foto saat persidangan.

Njono bin Sastroredjo alias Tugimin alias Rukma disebutkan adalah anggota Politbiro CC PKI merangkap Sekretaris Comite Daerah Djakarta Raya/CDR. Ia juga anggota DPRGR, anggota MPRS, anggota PB Front Nasional, dan juga anggota Dewan Produksi Nasional.

Sungguh, buku ini adalah sebuah dokumen yang menarik untuk dibaca oleh generasi muda, khususnya mereka yang tertarik dengan masalah politik dan hukum di Indonesia. Dan, sungguh, menggetarkan hati.


Catatan KA: Ada halaman yang hilang di bagian akhir buku ini. Saya perkirakan jumlahnya sekitar 16 halaman. Tapi, menurut saya, hal itu tidak mengurangi isi dan pentingnya buku ini. Sebab bagian yang hilang itu adalah sebagian saja dari halaman Putusan Hakim Ketua yang menolak eksepsi pembela. Dan, Surat Keputusan Men/Pangad selaku Kopkam tentang persetujuan pelaksanaan eksekusi.

Rabu, 03 September 2008

Buku Lama: "Proses Peradilan Jusuf Muda Dalam" Tahun 1967


Judul: Proses Peradilan Jusuf Muda Dalam (Ex Menteri Bank Sentral).
Penerbit: Kejaksaan Agung Bidang Khusus.
Tahun: 1967.
Tebal: 318 halaman.

Menurut saya, ini salah satu buku yang berharga untuk dibaca, guna mempelajari sejarah, khususnya sejarah politik, bangsa Indonesia. Buku ini sangat rinci mengungkap proses peradilan bekas Menteri Bank Sentral itu.

Bahkan transkrip persidangan pun dimuat. Transkrip tanya-jawab antara jaksa dan para saksi (kebanyakan orang terkenal) juga ada. Dilengkapi pula dengan berbagai lampiran SK atau Surat Perintah dari pejabat-pejabat tinggi. Termasuk teks Supersemar, serta Surat Perintah Penangkapan Jusuf Muda Dalam (JMD) dari pejabat waktu itu, dan lain-lain.

Proses penangkapan JMD dan proses pengadilannya menjadi berita besar di hampir semua media waktu itu (1966). Sebab peristiwa ini memang besar dan penting dalam sejarah politik Indonesia.

Bagi Anda yang saat ini berusia di bawah 30 tahun, coba iseng-iseng menanyakan siapa JMD ini kepada orangtua Anda. Maka Anda akan tahu "kebesaran" beliau dan paham bahwa peristiwa ini dianggap begitu penting.

Tidak tanggung-tanggung, yang menyerahkan berkas perkara ini kepada Jaksa Agung adalah Jenderal Soeharto sendiri selaku Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, pada 13 Agustus 1966.

Pendeknya, menurut saya, buku ini layak dibaca oleh peminat sejarah politik Indonesia. Tentu dengan pemahaman baru, dengan konteks baru.

Senin, 01 September 2008

Buku Lama: "Boekoe Hasoedoengan Ni Roha"




Judul: Boekoe Hasoedoengan Ni Roha. Di Angka Na Metmet Dohot Di Na Magodang.
Oleh: D. Rijkhoek berdasarkan W.G.v.D Hulst.
Diterbitkan oleh: Nederlandsch Bijbelgenootschap.
Tebal: 407 halaman ++ (lampiran peta).
Bahasa: Batak.

Saya tak mengerti bahasa Batak. Tapi, ini jelas buku kisah-kisah yang diambil dari Kitab Suci. Dalam bahasa sekarang, buku ini boleh disebut "based on" Kitab Suci. Diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa (Di Angka Na Metmet Dohot Di Na Magodang). Cara menulisnya seperti cerita pendek. Ada 94 judul kisah. Dihiasi dengan ilustrasi hitam-putih (yang menurut saya cukup bagus) dan juga beberapa yang berwarna.

Minggu, 31 Agustus 2008

Buku Lama: "Jaarboek van Nederlandsch Indie" Tahun 1916


Buku ini berisi laporan tahunan tentang Nederlandsche Indie pada tahun 1916. Dibagi dalam XIII Bab, buku ini melaporkan tentang berbagai bidang kehidupan. Dari soal alam, flora-fauna, pemerintahan, perbankan, sampai industri yang ada di Nederlandsch Indie.

Dilengkapi dengan 31 ilustrasi foto. Mulai dari foto taman, monyet, kegiatan industri, sampai kantor pemerintahan.

Rabu, 13 Agustus 2008

Buku Lama/Langka: "Riwajat 40 Taon Tiong Hoa Hwe Koan Batavia" Tahun 1940




Judul Buku: Riwajat 40 Taon T.H.H.K (Tiong Hoa Hwe Koan) Batavia (1900 – 1939).
Tebal: 380 + +
Penulis: Nio Joe Lan (Redaktur “Sin Po” Melayu).
Penerbit: Tiong Hoa Hwe Koan – Batavia.
Tahun: 1940


Menurut saya, buku ini sangat layak (bahkan mungkin wajib) dibaca oleh semua generasi muda etnis Tiong Hoa yang ada di Indonesia. Mengapa? Meski secara khusus buku ini menulis riwayat perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan, tetapi di dalamnya banyak informasi penting lainnya. Misalnya, riwayat sekolah Tiong Hoa, juga situasi sosial dan perilaku etnis Tiong Hoa sebelum dan sesudah perkumpulan ini didirikan. Dan lain sebagainya.

Sebenarnya menarik kalau mau membedah buku ini lebih jauh. Tapi tentu akan memakan halaman cukup panjang. Intinya, buku ini dibagi dalam 3 (tiga) bagian besar. Bagian I mengisahkan lima tahun pertama perkumpulan ini (1900 - 1904). Bagian II masuk ke periode 1905 – 1914, dan Bagian III adalah tahun 1915 hingga 1939.

Di bagian akhir banyak sekali lampiran penting yang disertakan. Dan yang sangat mengesankan, di bagian akhir buku ini terdapat ratusan foto baik tokoh maupun aktivitas organisasi ini di berbagai daerah di Indonesia.

THHK Batavia sebenarnya mulai dibentuk (akte notartis) pada 17 Maret 1900. Tapi baru mendapat “restu” dari Gubernur-General Nederlandsch-Indie pada 3 Juni 1900, dan diumumkan di “Javasche Courant” No. 46, edisi 8 Juni 1990.

Banyak sekali yang sudah dilakukan atau jasa dari THHK Batavia ini. Di antaranya, berdirinya Hollandsch-Chineesche Scholen. Lalu diperkenankannya anak-anak Tiong Hoa belajar di Europeesche Lagere Scholen oleh pemerintah setempat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah tentang penggunaan dialek “Tjeng-im” atau “Kuo-yu” dalam pelajaran bahasa Tionghoa di sekolah. Hal terakhir ini adalah buah pikiran dari Phoa Keng Hek (yang kemudian menjadi presiden THHK Batavia). Sebab beliau melihat, betapa sukarnya memberi pelajaran dalam beberapa dialek seperti Hakka, Hokkian, Kangfoe dan lain-lain. Aneka dialek ini, pada waktu itu, tak jarang malah menimbulkan perseteruan atau percekcokan karena tidak ada kerukunan dan kerap terjadi salah paham.

Wah, ini kalau saya terus-teruskan bisa jadi panjang nih. Sudah, pokoknya buku ini, sekali lagi menurut saya, menarik dan penting!

Foto yang tampak di blog ini adalah Almarhum Tuan Phoa Keng Hek, President Pertama dari THHK Batavia.

Buku Lama/Langka: "Het Javaansche Tooneel Wajang Poerwa" Tahun 1923




Judul Buku: Het Javaansche Toonel Wajang Poerwa.
Bahasa: Belanda.
Penulis: J. Kats.
Tebal: 500 halaman lebih (termasuk ilustrasi).
Penerbit: Uitgave Van De Commissie Voor De Volkslectuur Weltevreden
Tahun: 1923.

Buku ini sangat menarik dan cukup lengkap isinya. Mulai dari soal sejarah wayang, gamelan, dan dalang. Juga mengulas soal kisah Mahabarata dan Ramayana. Tak ketinggalam analisa beberapa masalah seputar dunia pewayangan, termasuk simbol-simbolnya.

Yang juga menarik, di sana-sini ada ilustrasi tokoh-tokoh wayang dan adegannya. Lalu, di bagian akhir, ada lampiran gambar wayang (berwarna) yang dicetak di atas kertas khusus. Juga sketsa hitam-putih aneka senjata yang biasa dipakai dalam wayang.

Menurut saya, buku ini mestinya menjadi "bacaan wajib" bagi siapa saja yang gemar atau menekuni dunia pewayangan. Apalagi, reputasi penulisnya, J. Kats, sudah tak diragukan lagi.

Buku Lama/Langka: Lampahan dari Wayang Poerwa, Terbitan Leiden Tahun 1884



Buku ini diterbitkan di Leiden tahun 1884. Isinya adalah 3 (tiga) naskah dari Wayang Poerwa: 1. Gadjah Poetih, Asrati Poetri; 2. Koeroepati Rabi; dan 3. Alapalappan Doersilawati.

Ditulis dalam bahasa Jawa dengan pengantar dari A.C. Vreede. Lumayan tebal.

Kamis, 17 Juli 2008

Buku Lama: "Riwajatnya Dr. Sun Yat-Sen" 1925


Penerbit: Electrische Drukkerij Lie Koen Goan, Batavia 15 April 1925.
Pendahuluan oleh: Tan Boen Kim
Tebal: 101 halaman

Buku ini terbit pada masa Kolonialisme Belanda. Ditulis dalam bahasa Melayu Lama yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia modern. Buku ini terbit 1 (satu) bulan setelah Sun Yat-Sen meninggal dunia.

Sun Yat-Sen (1866 - 12 Maret 1925) adalah salah seorang pemimpin kunci dalam Revolusi Tiongkok dan diakui sebagai Bapak Negara Tiongkok, baik di Tiongkok Daratan maupun Taiwan.

Pada masa Tiongkok dipimpin oleh seorang kaisar yang bertindak seperti dewa, Sun Yat-Sen yakin bahwa Tiongkok harus ditata dan diorganisir dengan cara revolusi.

Pada 1895, ia memimpin sebuah pemberontakan di Kanton. Tapi akhirnya dapat diredam. Secara keseluruhan, ia telah memimpin 11 (sebelas) kali revolusi terhadap Dinasti Qing. Dan akhirnya ia berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. Kemudian Tiongkok menjadi Republik China pada 1911 yang didirikan oleh Sun Yat-Sen.

Ia juga pendiri partai tertua dalam sejarah modern Tiongkok: Kuomintang. Dan menjadi Presiden pada 1912, dan kemudian pada 1923-1925.

Pada 1925 ia meninggal di Tiongkok. Tiga tahun kemudian, salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-Shek menjadi presiden.