Jumat, 25 September 2009

Majalah Lama: "Bona Ni Pinasa" Tahun 1995


Penerbit: Yayasan Nusantara Bona Pasogit. Alamat Redaksi: Gedung MBP Group, Jl. Dr. Saharjo No. 60 B, Jakarta 12970. Pembina: Prof. Dr. J.H. Hutasoit; Soedarjo; St. K.M. Sinaga; Drs. Tom DBP Goeltom; Mauli Regina Schulz Siahaan. Ketua Pengarah: Monang Sianipar. Ketua Penyunting: Drs. Eliakim Tambun. Pemimpin Usaha: Sabar Martin Sirait. Wakil Pemimpin Usaha: Sahala Silaban. Staf Penyunting: Fitzerald K. Sitorus; Meiputra K. Silitonga S.Th.; Djudjur Luciana Rajagukguk, S.Sos. Fotografi: D. John Gultom. Sekretaris Penyunting: Dini Itasari Silitonga. Artistik: Jaminter Manullang; Demson Pramono S. Promosi: Hakim Tobing. Sirkulasi: Sudirman Nababan; Hotman Sitorus; Rosmery Sirait; Poniman.

Sebagian besar isi majalah ini tentang budaya Batak, tokoh-tokoh masyarakatnya, juga pemikirannya. Tak ketinggalan juga profil selebriti asal Batak, cerita legenda, ruang fans club, dan lain-lain. Beberapa nama rubriknya, antara lain, Utama; Marpollung; Boan-Boan; Remaja; Bonaposo; Legenda; Santabi; dan lain-lain.

Majalah yang tampak di blog adalah edisi No. 61/Tahun VI/Mei 1995. Harga: Rp. 3.500,-

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wadah komunikasi masyarakat Batak, dengan sewajarnya dilaksanakan oleh orang Batak. Apakah "Bona Ni Pinasa" dapat menjadi suatu wadah untuk memulihkan kemurnian dari "Tarombo Batak" yang disinyalir sengaja dikacaukan untuk tujuan penghancuran sarana melacak kebenaran seseorang yang pakai marga Batak padahal bukan orang Batak. Tujuan pertama penyalah gunaan marga Batak bukan untuk masuk baik, tetapi tujuan subersive yaitu masuknya kelingkungan Batak untuk memata2i kegiatan masyarakat Batak terutama kumpulan orang Batak diluar negeri, yang mana banyak mahasiswa pandai orang Batak, untuk hidupnya dipersulit, digagalkan sekolahnya dlsbnya; kedua untuk memecah belah kerukunan orang Batak dengan taktik memprakasa gosip,ketidak adilan, dlsbnya. Saya harapkan majalah ini aktif meminta kepada masyarakat cina untuk gtidak memakai marga Batak, karena orang Batak tidak ada yang pakai nama cina, apa maksud memakai marga Batak terutama dalam kasus pengadilan namanya nama Batak tapi bukan orang Batak!!! Diminta setiap orang Batak unjuk gigi dalam hal ini. Jangan mau dipimpin, halak kita tidak punya mental bebek tetapi mental singa.

HORAS TONDI MANDINGIN

SISINGAMANGARAJA