Judul: Gerakan 30 September di Hadapan Mahmillub (Perkara Njono).
Penerbit: Pusat Pendidikan Kehakiman A.D (AHM - PTHM).
Barangkali tak ada satu pun warga negara Indonesia yang sudah dewasa tak pernah mendengar kata "G30S PKI" atau "Gerakan 30 September". Sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) kita sudah biasa dicekoki dengan kata-kata itu.
Tapi, tetap saja --bagi sebagian dari kita -- peristiwa itu masih "gelap" atau "samar-samar". Karena itu, buku ini cukup membantu untuk memperjelas apa gerangan "Gerakan 30 September" itu. Apalagi, membaca buku ini ibarat menyaksikan "siaran langsung" sidang pengadilan yang menyangkut tokoh yang begitu dikenal luas: Njono.
Secara rinci proses pengadilan Njono di hadapan Mahmillub (Mahkamah Militer Luar Biasa) pada tahun 1966 itu ada di buku ini. Transkrip sidang demi sidang dimuat, baik sidang Njono sendiri maupun sidang yang menghadirkan saksi-saksi. Ada pula lembar pembelaan Njono yang dalam hal ini diwakili oleh Ny. Tress Sunito SH. Plus foto-foto, baik foto Njono maupun foto-foto saat persidangan.
Njono bin Sastroredjo alias Tugimin alias Rukma disebutkan adalah anggota Politbiro CC PKI merangkap Sekretaris Comite Daerah Djakarta Raya/CDR. Ia juga anggota DPRGR, anggota MPRS, anggota PB Front Nasional, dan juga anggota Dewan Produksi Nasional.
Sungguh, buku ini adalah sebuah dokumen yang menarik untuk dibaca oleh generasi muda, khususnya mereka yang tertarik dengan masalah politik dan hukum di Indonesia. Dan, sungguh, menggetarkan hati.
Catatan KA: Ada halaman yang hilang di bagian akhir buku ini. Saya perkirakan jumlahnya sekitar 16 halaman. Tapi, menurut saya, hal itu tidak mengurangi isi dan pentingnya buku ini. Sebab bagian yang hilang itu adalah sebagian saja dari halaman Putusan Hakim Ketua yang menolak eksepsi pembela. Dan, Surat Keputusan Men/Pangad selaku Kopkam tentang persetujuan pelaksanaan eksekusi.